Pemerintah Perkuat Harga Gabah dan Pupuk Subsidi demi Kesejahteraan Petani

Pemerintah Perkuat Harga Gabah dan Pupuk Subsidi demi Kesejahteraan Petani

Jakarta – Demi mendongkrak kesejahteraan petani di hulu, Pemerintah perkuat intervensi kebijakan pada stabilitas harga gabah dan akurasi penyaluran pupuk bersubsidi. Selain memberikan kepastian bagi sektor pertanian, langkah ini menjadi bagian dari peta jalan besar pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan yang mandiri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan petani menghadapi tantangan sendiri. Ia memastikan Kementerian Pertanian telah menyiapkan bantuan benih untuk lahan terdampak hingga mencapai satu juta hektare agar proses tanam dapat kembali berjalan.

“Kalau ada lahan yang terdampak, kami siapkan bantuan benih. Targetnya sampai satu juta hektare sehingga petani bisa segera kembali menanam. Pemerintah hadir agar petani tidak menanggung sendiri risiko yang terjadi,” ujar Amran.

Amran juga menekankan bahwa berbagai kebijakan Presiden Prabowo Subianto, termasuk penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen dan penguatan kebijakan harga gabah, telah memberikan dampak nyata bagi petani.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah terus mengawal distribusi pupuk bersubsidi agar tepat sasaran sekaligus memastikan harga gabah petani tidak turun di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Saya diperintah Bapak Presiden Prabowo untuk memastikan pupuk berjalan lancar dan harga gabah tidak boleh di bawah Rp6.500. Petani harus mendapatkan kepastian agar semangat meningkatkan produksi tetap terjaga,” kata Zulkifli.

Ia menjelaskan, hingga akhir Juni 2026 realisasi penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai sekitar 4,77 juta ton atau hampir separuh dari total alokasi nasional tahun ini. Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi, pengawasan, dan tata kelola distribusi agar pupuk tersedia sebelum musim tanam dimulai sehingga produktivitas pertanian dapat terus meningkat.

Dukungan terhadap kebijakan pemerintah juga datang dari kalangan petani. Ketua Kelompok Tani Sumber Urip, Muhammad Sayidi, mengakui bahwa kebijakan menjaga harga gabah dan kemudahan memperoleh pupuk telah memberikan rasa tenang bagi petani dalam menjalankan usaha taninya.

“Dengan harga gabah yang terjaga dan pupuk yang semakin mudah didapat, kami sebagai petani merasa lebih semangat untuk menanam. Hasil panen memiliki kepastian nilai sehingga kami bisa lebih fokus meningkatkan produksi,” ujar Sayidi.

Ia menambahkan bahwa berbagai perbaikan tata kelola yang dilakukan pemerintah mulai dirasakan manfaatnya oleh petani di daerah. Kemudahan akses terhadap pupuk serta kepastian harga panen dinilai mampu meningkatkan optimisme petani untuk terus mendukung target peningkatan produksi pangan nasional.*

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *