Menolak Provokasi KNPB: Langkah Bersama Menjaga Kedamaian dan Pembangunan Papua

Menolak Provokasi KNPB: Langkah Bersama Menjaga Kedamaian dan Pembangunan Papua

Oleh: Simon Wenda *)

Keamanan yang stabil di seluruh pelosok Bumi Cenderawasih merupakan syarat utama agar program pembangunan ekonomi dari pemerintah dapat berjalan secara merata. Saat ini, pemerintah pusat tengah gencar membangun berbagai infrastruktur penting seperti jalan penghubung, fasilitas kesehatan, dan gedung sekolah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Namun, semua usaha keras ini tidak akan memberikan hasil yang maksimal apabila gangguan keamanan terus membayangi kehidupan sosial warga sehari-hari. Kesadaran bersama dari penduduk, khususnya komunitas adat, untuk menyaring informasi dan menolak segala bentuk provokasi menjadi garis pertahanan paling penting di tingkat akar rumput. Dalam hal ini, keberadaan serta aktivitas penyebaran isu dari Komite Nasional Papua Barat atau KNPB sering kali menjadi penghalang utama bagi terciptanya kerukunan yang sangat diharapkan oleh penduduk lokal.

Berbagai aksi turun ke jalan yang digerakkan oleh KNPB terbukti selalu membuat publik resah dan memicu ketegangan di tengah lingkungan sosial. Tokoh masyarakat adat Kabupaten Tolikara, Karmin Yikwa, memberikan pandangan tegas bahwa tuntutan yang disuarakan KNPB sama sekali tidak mewakili keinginan asli dari masyarakat adat Papua. Penduduk setempat justru lebih mengutamakan situasi yang aman dan tenang agar semua rencana pembangunan dari pemerintah dapat terwujud tanpa hambatan. Karmin Yikwa mengingatkan seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga tanah Papua dari gangguan politik pemecah belah, karena ketegangan yang diciptakan kelompok provokator hanya akan merusak kehidupan damai yang sudah terbangun kuat sejak masa leluhur.

Sikap penolakan terhadap provokasi KNPB ini tidak hanya muncul di wilayah pegunungan seperti Tolikara, tetapi juga terdengar sangat lantang di wilayah Kabupaten Jayapura. Menjelang perayaan kemerdekaan Republik Indonesia beberapa waktu lalu, para pimpinan adat setempat sepakat melarang warga untuk ikut dalam aksi demonstrasi yang dirancang oleh KNPB. Ondofolo Dasim Kleubeuw, Harly Ohei, memberikan peringatan keras agar penduduk Jayapura tidak mengorbankan kedamaian tempat tinggalnya hanya demi menuruti ajakan KNPB yang berpotensi berakhir dengan kerusuhan. Harly Ohei menegaskan bahwa menjaga agar Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap damai di atas tanah Papua adalah tujuan bersama yang wajib dipertahankan oleh seluruh lapisan warga tanpa terkecuali.

Bahkan, anggapan sepihak yang sering disuarakan oleh para penggerak KNPB bahwa aksi kelompok tersebut mewakili suara Orang Asli Papua langsung dibantah oleh para pemuka adat. Ondofolo Kampung Asei Besar, Marthen Ohee, menegaskan bahwa ajakan turun ke jalan murni hanya keinginan sekelompok kecil orang dan sangat bertentangan dengan nilai luhur adat setempat. Marthen Ohee meminta para penduduk untuk lebih fokus mencari nafkah dan mengurus keluarga di rumah daripada membuang waktu pada kegiatan tidak bermanfaat yang justru merugikan daerah. Penolakan yang sama juga disampaikan oleh Ondofolo Kampung Adat Homfolo, Anderson Tokoro, yang menuntut siapa pun yang tinggal di wilayah adat Jayapura untuk menghargai aturan yang berlaku dan turut serta menjaga ketertiban umum.

Selain menjaga keamanan dari dalam, masyarakat Papua juga dihadapkan pada tantangan masuknya pihak luar yang mencoba memanfaatkan keadaan demi mencari perhatian dunia. Penahanan seorang warga negara asing berinisial AP asal Rusia oleh pihak Imigrasi menjadi contoh nyata bagaimana aksi KNPB sering kali dijadikan bahan tontonan untuk merusak nama baik Indonesia di dunia maya. Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, memimpin langsung pemeriksaan terhadap turis asing tersebut guna menelusuri motif di balik pembuatan dokumentasi aksi demonstrasi yang melibatkan KNPB. Hendarsam memastikan bahwa pemerintah Indonesia selalu terbuka menyambut wisatawan dari berbagai negara, namun setiap tamu wajib taat hukum dan tidak boleh menyalahgunakan izin tinggal untuk mendukung kegiatan yang mengancam ketahanan negara.

Campur tangan pihak luar dalam merekam aksi provokasi KNPB menunjukkan adanya usaha sengaja untuk merusak pikiran masyarakat melalui internet dan penyebaran berita simpang siur. Oleh karena itu, kemampuan menyaring informasi yang benar sangatlah penting, terutama bagi kelompok usia produktif. Koordinator Suara Anak Muda Peduli Papua, Isak Imbiri, mengajak kaum muda untuk berpikir cerdas, menolak berita bohong, dan tidak mudah dihasut oleh kampanye KNPB di platform digital. Isak Imbiri menempatkan barisan anak muda sebagai rekan kerja aparat keamanan dalam menciptakan lingkungan tempat tinggal yang bebas dari rasa cemas maupun intimidasi kelompok radikal.

Melalui jalur pendidikan yang baik dan semangat kerja sama dengan pemerintah, para pemuda dan warga Papua dapat memastikan bahwa pembangunan akan terus berjalan tanpa hambatan berarti. Stabilitas keamanan adalah modal paling berharga untuk menjamin kesejahteraan ekonomi di masa mendatang. Mendukung program percepatan pembangunan yang dijalankan pemerintah pusat merupakan wujud paling nyata dari upaya mencintai daerah. Ketika seluruh lapisan masyarakat bersatu menolak provokasi KNPB dan kelompok sejenisnya, maka masa depan yang damai, aman, dan sejahtera sungguh-sungguh akan terwujud bagi seluruh generasi penerus Papua.

*) Pegiat Literasi Damai Papua

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *