Ekonomi RI Tumbuh Solid, Pemerintah Jaga Optimisme dan Daya Beli Rakyat

JAKARTA — Perekonomian Indonesia tumbuh resilien sebesar 5,29 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II 2026, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 5,12 persen (yoy).

Capaian ini diraih di tengah kondisi global yang masih dibayangi ketidakpastian, didorong oleh investasi yang kuat, konsumsi rumah tangga yang meningkat, serta berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

“Di tengah tantangan global yang masih tinggi, Pemerintah akan terus memperkuat mesin-mesin pertumbuhan ekonomi melalui sinergi kebijakan dan reformasi struktural guna menjaga momentum pertumbuhan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen (yoy) dan tetap menjadi penopang utama perekonomian nasional.

Daya beli masyarakat terjaga lewat penyaluran gaji ke-13, program perlindungan sosial, pemberian subsidi, hingga inflasi yang tetap terkendali.

Keyakinan konsumen pun tetap solid, tercermin dari peningkatan Mandiri Spending Index serta naiknya penjualan listrik, kendaraan bermotor, dan bahan bakar minyak.

Dari sisi investasi, Pembentukan Modal Tetap Bruto tumbuh kuat 6,87 persen (yoy), ditopang belanja modal pemerintah dan investasi swasta.

Realisasi investasi langsung tumbuh 7,1 persen, dengan penanaman modal asing melonjak 25,7 persen, mencerminkan kepercayaan investor yang tetap terjaga seiring keberhasilan Satuan Tugas Debottlenecking dalam menuntaskan berbagai hambatan investasi.

Perbaikan ekonomi turut berimbas positif pada pasar kerja. Jumlah penduduk bekerja pada Mei 2026 mencapai 148,19 juta orang, bertambah 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026, sementara Tingkat Pengangguran Terbuka menurun menjadi 4,65 persen.

Tingkat kemiskinan turut turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026, berkurang sekitar 430 ribu orang dibandingkan September 2025.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai pertumbuhan ekonomi tersebut semakin berkualitas karena diiringi penurunan kemiskinan dan pengangguran.

“Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya solid secara angka, tetapi juga semakin berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Qodari menambahkan, daya beli masyarakat turut terjaga lewat kebijakan pemerintah mempertahankan harga BBM bersubsidi serta pelaksanaan sejumlah program prioritas.

Guna menjaga momentum pada semester II 2026, pemerintah menyiapkan Paket Stimulus Ekonomi senilai Rp26,34 triliun, mencakup bantuan pangan bagi 33,4 juta penerima manfaat, insentif tarif transportasi, serta program magang nasional dan pelatihan vokasi bagi angkatan kerja muda.

Pemerintah menyatakan sejumlah agenda lanjutan akan digarap dalam beberapa waktu ke depan, di antaranya hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia. (*)

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *