*JAKARTA* – Momen perayaan Idulfitri 2026, pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat berbagai langkah strategis guna memastikan stabilitas pasokan pangan dan energi tetap terjaga.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengendalian inflasi, penguatan distribusi bahan pokok, hingga penyediaan program pangan murah agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat mengganggu keseimbangan pasokan di pasar.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah daerah terlihat di Provinsi Gorontalo melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menegaskan GPM merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Idulfitri.
“GPM bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang berkelanjutan dan terkoordinasi. Program ini sangat penting terutama menjelang Idulfitri ketika kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan meningkat,” ujar Idah.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran GPM membantu menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan pasokan di pasar sehingga potensi lonjakan harga dapat ditekan. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Di sisi lain, pemerintah pusat juga memastikan bahwa ketersediaan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pasokan beras nasional saat ini sangat mencukupi bahkan untuk jangka waktu yang cukup panjang.
“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Amran.
Selain sektor pangan, pemerintah juga memastikan pasokan energi khususnya bahan bakar minyak tetap tersedia dengan baik selama Ramadan hingga Idulfitri. Pemerintah menilai stabilitas pasokan energi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran aktivitas masyarakat serta distribusi logistik selama periode Lebaran.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau masyarakat agar tidak melakukan _panic buying_ terhadap kebutuhan pokok maupun BBM karena kondisi stok saat ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional.
“Jadi masyarakat tak usah panic buying, karena justru akan mengganggu rantai pasok makanan. Pemerintah telah memiliki skema untuk mengatasi persoalan harga dan pasokan kebutuhan pokok,” ucap Tito.
Ia juga meminta seluruh kepala daerah untuk memperkuat koordinasi dengan para distributor, pelaku usaha, dan pengelola pasar guna memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar di setiap wilayah.

