JAKARTA — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memasuki tahun kedua dengan evaluasi terhadap jajaran kabinet.
Salah satu perubahan terjadi di Kementerian Keuangan setelah Prabowo melantik Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada 14 September 2026.
Pergantian tersebut berlangsung sekitar satu bulan sebelum pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka genap dua tahun pada 20 Oktober 2026.
Presiden Prabowo mengatakan evaluasi maupun perombakan kabinet menjelang dua tahun pemerintahan merupakan hal yang logis.
Menurut dia, waktu dua tahun telah cukup bagi para menteri dan pembantu presiden untuk menunjukkan kemampuan dan kinerja masing-masing.
Meski demikian, Prabowo menyebut jajaran Kabinet Merah Putih secara umum telah bekerja dengan baik dan kompak sesuai pembagian tugas.
“Saya kira itu sesuatu yang logis. Dua tahun, jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya. Secara objektif saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja oke. Tapi saya katakan juga kepada tim, ibarat kita satu kesebelasan sepak bola, ada pemain inti, ada striker, ada cadangan,” ujar Prabowo.
Prabowo mengatakan perubahan kabinet dapat dilakukan untuk mengoptimalkan promosi jabatan, menempatkan pejabat sesuai kompetensi, maupun mengganti pejabat yang dinilai tidak sesuai atau sedang menghadapi persoalan.
Ia juga menegaskan tidak akan menghalangi proses hukum terhadap anggota kabinet apabila terdapat bukti yang cukup.
Pengamat politik Adi Prayitno menilai pergantian Menteri Keuangan berkaitan dengan kebutuhan pemerintah melakukan perbaikan dan inovasi di bidang ekonomi dan keuangan menjelang dua tahun pemerintahan.
Menurut Adi, sektor tersebut membutuhkan pembenahan kinerja agar kebijakan pemerintah dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan target pemerintahan.
“Jadi ini yang menurut saya adalah sesuatu yang sebenarnya sifatnya kritikal bahwa ekspektasi di bidang ekonomi, di bidang keuangan kita itu pasti butuh semacam perbaikan-perbaikan yang signifikan mesti dilakukan oleh Presiden,” ujar Adi.
Prabowo menyebut sejumlah persoalan yang menjadi perhatian pemerintah, antara lain pangan, pengamanan pasokan energi melalui pengembangan B50 dan energi surya, penanganan kelaparan anak, stunting, kemiskinan ekstrem, efisiensi anggaran, investasi, serta penciptaan lapangan kerja.
Di sisi lain, Ketua Umum All Cipayung Nusantara David Pujung mengungkapkan pesan Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam forum silaturahmi organisasi relawan.
Menurut David, Jokowi meminta relawan menopang pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029 dengan menjaga stabilitas politik.
“Tolong kalau bisa teman-teman menopang pemerintahan Prabowo-Gibran ini sampai 2029. Setelah itu kita berharap syukur-syukur kalau pemerintahan ini sukses, kita bisa dua periode ke depan, ya. Kalau pemerintahan ini sukses,” kata David.

