JAYAPURA — Tokoh adat Papua sekaligus Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Cabang Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPC BMP RI) Kabupaten Jayapura, Septinus Ibo, mengecam keras aksi kekerasan dan penyanderaan terhadap masyarakat sipil, khususnya perempuan Papua, yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika.
Septinus Ibo yang juga merupakan Ondofolo Kampung Atamali menilai tindakan penyanderaan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Menurutnya, masyarakat sipil seharusnya tidak dijadikan sasaran maupun dilibatkan dalam konflik bersenjata.
“Kami mengutuk keras aksi kekerasan dan penyanderaan terhadap masyarakat sipil, khususnya perempuan Papua, yang terjadi di Distrik Jila. Tindakan tersebut sangat meresahkan dan tidak dapat dibenarkan,” ujar Septinus.
Ia menegaskan, aksi yang dilakukan kelompok bersenjata tersebut merupakan tindakan kriminal dan bukan bagian dari perjuangan politik. Karena itu, ia meminta agar tidak ada upaya untuk menjadikan masyarakat sipil sebagai tameng dalam setiap kepentingan kelompok.
“Tindakan yang dilakukan TPNPB adalah murni tindakan kriminal, bukan perjuangan politik. Kalau ingin memperjuangkan sesuatu, jangan menjadikan masyarakat sipil sebagai tameng,” tegasnya.
Septinus juga menyoroti fakta bahwa para korban penyanderaan merupakan perempuan. Kondisi tersebut, menurut dia, semakin memperkuat kekhawatiran bahwa tindakan tersebut tidak memiliki dasar perjuangan yang dapat dibenarkan.
“Karena para sandera adalah perempuan, kami melihat ada dugaan kepentingan lain di balik tindakan tersebut. Apa pun alasannya, penyanderaan terhadap perempuan sipil merupakan tindakan yang sangat tidak manusiawi dan harus dihentikan,” katanya.
Dalam menyikapi situasi tersebut, Septinus menyatakan dukungannya terhadap aparat keamanan untuk mengambil langkah tegas dan terukur dalam menindak para pelaku penyanderaan, sekaligus menjaga keamanan masyarakat di wilayah Papua.
“Kami mendukung aparat keamanan untuk bertindak tegas terhadap pelaku penyanderaan dan menjaga Papua tetap aman. Masyarakat juga harus bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai provokasi,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat yang tinggal di wilayah rawan konflik agar meningkatkan kewaspadaan serta saling menjaga demi mencegah terulangnya kejadian serupa. Septinus menegaskan pentingnya persatuan dan semangat kebersamaan dalam menjaga Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

